Jokowi Bandingkan Produksi Vaksin Indonesia dengan Negara ASEAN

Idntimes.com –  Presiden Joko “Jokowi” Widodo mengatakan langkah-langkah yang diambil pemerintah dalam penanganan COVID-19 sudah tepat. Ia juga menyampaikan, pemerintah sudah berusaha mencari vaksin untuk masyarakat Indonesia.

Bahkan, jika nantinya vaksin yang dimiliki Indonesia berlebih, maka bisa dijual ke negara lain. Sebab, Jokowi menyebut bahwa negara-negara di ASEAN lainnya belum ada yang menyiapkan vaksin sebanyak Indonesia.

1. Jokowi katakan langkah penanganan COVID-19 yang dilakukan pemerintah sudah benar

Jokowi menuturkan, dalam penanganan pandemik virus corona di Indonesia, langkah-langkah yang diambil pemerintah sudah benar. Terutama untuk pencarian vaksin.

“Karena menurut saya track kita sudah betul baik dari mencari vaksin, negara lain belum cari vaksin, kita sudah ke sana, ke sini cari vaksin,” ungkap Jokowi dalam rapat terbatas yang disiarkan langsung di channel YouTube Sekretariat Presiden, Senin (24/8/2020).

Jokowi mengatakan, dia telah mendapatkan laporan dari Menlu Retno Marsudi dan Menteri BUMN Erick Thohir tentang komitmen memproduksi 290 juta vaksin COVID-19. Hal itu menjadi salah satu berita baik.

“Saya kira ini berita yang sangat bagus dan kita harapkan dengan perbaikan komunikasi yang baik tadi confident marketconfident dunia usaha bisa kita berikan ke mereka,” ucapnya.

2. Jokowi sebut negara-negara ASEAN tak siap vaksin sebanyak di Indonesia

Selain vaksin dari Tiongkok dan Uni Emirat Arab (UEA), Indonesia juga memproduksi vaksin sendiri. Saat ini disebut Vaksin Merah Putih yang sedang dibuat oleh Lembaga Eijkman.

Menurut Jokowi, jika nantinya vaksin yang dimiliki Indonesia berlebihan, maka bisa dijual di negara-negara lain yang belum memiliki vaksin.

“Kalau yang kita miliki berlebih, ya gak apa-apa dijual ke negara lain, karena di ASEAN saja saya lihat belum ada negara yang siap dengan vaksin yang tadi saya sampaikan,” ujar Jokowi.

3. Indonesia siap memproduksi jutaan vaksin

Sebelumnya, Indonesia baru saja mendapatkan komitmen penyediaan 10 juta dosis vaksin COVID-19 dari G42, yang merupakan perusahaan artificial intelligence berbasis di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) yang saat ini juga tengah mengembangkan vaksin COVID-19.

Kerja sama vaksin ini dari Indonesia diwakili oleh PT Kimia Farma Tbk (KAEF) dan PT Indofarma (Persero) Tbk dengan G42. Komitmen tersebut diterima setelah dilakukan pertemuan antara pihak Indonesia dengan G42 dan Sinopharm di Abu Dabi, Uni Emirat Arab.

Selain itu, Indonesia juga tengah melakukan uji klinis tahap 3 vaksin dari Sinovac, Tiongkok. Saat ini, uji klinis sudah dilakukan kepada para relawan atau disuntikkan kepada manusia. Tak hanya itu, Lembaga Eijkman juga tengah melakukan pengembangan vaksin COVID-19 dan dinamakan dengan Vaksin Merah Putih.

Exit mobile version