Menteri ATR-BPN Diminta Bantu Konflik Agraria Petani Simalingkar

Viva.co.id – Massa petani dari dua desa di Deli Serdang, Sumatera Utara melakukan aksi demo jalan kaki Medan-Jakarta. Para petani itu tergabung dalam Serikat Tani Mencirim Bersatu (STMB) dan Serikat Petani Simalingkar Bersatu (SPSB).

Salah satu tuntutan mereka yang berharap Menteri Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR-BPN) Sofyan Abdul Djalil bisa membantu menuntaskan konflik agraria antara para petani itu dengan PTPN II. Konflik ini disebut sudah berlangsung bertahun-tahun.

Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional (DPN) Gerakan Kebangkitan Petani dan Nelayan, Idham Arsyad mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo yang bersedia menerima perwakilan petani dari Simalingkar dan Sei Mencirim. Kepala negara bersedia mendengarkan persoalan yang mereka alami secara langsung.

Idham menyebut ada instruksi Jokowi terhadap Menteri ATR BPN Sofyan Djalil untuk bantu persoalan tersebut.

“Presiden memerintahkan kepada Menteri ATR BPN untuk secepatnyabantu menyelesaikan konflik petani Simalingkar dan Sei Mencirim dengan PTPN II,” ujar Idham, dalam keterangannya, Selasa, 1 September 2020.

Dia menjelaskan dalam pertemuan itu dihadiri pula Menteri Sekretariat Negara Pratikno, Menteri ATR BPN, Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko. Ia menekankan persoalan petani mesti diperhatikan karena saat ini tengah terjadi pandemi yang mengganggu ketahanan pangan.

Kata dia, ada harapan agar Menteri ATR-BPN segera melakukan reforma agraria di atas tanah-tanah masyarakat petani.

Sebelumnya, sekitar 150 petani dari dua desa tersebut melakukan aksi jalan kaki selama lebih dari 48 hari dari Medan ke Jakarta. Mereka rela menempuh jarak 1.800 km dari Medan dan tiba di Jakarta pada Jumat, 8 Agustus 2020.

Perwakilan massa petani sudah menemui beberapa pihak seperti Komisi II, komisi IV, dan Komisi VI DPR. Pun, Kementerian BUMN, serta jaringan organisasi masyarakat sipil yang terhimpun dalam Komite Nasional Pembaruan Agraria (KNPA) juga didatangi untuk meminta dukungan dalam penyelesaian konflik agraria antara petani dengan PTPN II.

Dewan Pembina SPSB Aris Wiyono menambahkan, aksi jalan kaki dari Medan ke Jakarta terpaksa dipilih sebagai cara mengadukan konflik kepada Presiden Jokowi. Sebab, segala upaya penyelesaian yang mereka lakukan di tingkat kabupaten dan provinsi belum jugaberhasil. 

Dia menyampaikan kembali pesan Jokowi dalam pertemuan pada Kamis, 27 Agustus 2020 di Kantor Sekretariat Negara. Menurut dia, harus ada solusi dalam persoalan ini secepatnya.

Konflik agraria petani dengan PTPN II terjadi di atas tanah seluas 1.704 hektar. Rinciannya 854 hektar di Desa Simalingkar dan 850 hektare di Desa Sei Mencirim.

Exit mobile version