Waduh! 14% Warga Bogor Nilai Virus Corona Buatan Manusia

??????

Nanyang Technologi University (NTU) Singapura melakukan riset ‘Survei Persepsi Risiko Covid-19’ secara virtual di Balai Kota Bogor, Jumat (11/9/2020). Salah satu hasilnya adalah tingkat edukasi warga Kota Bogor terkait covid-19 rendah.

Associate Professor NTU Kolaborator Saintis laporcovid19, Sulfikar Amir mengatakan survei ini melibatkan 21.544 warga Kota Bogor sejak 15 Agustus hingga 1 September 2020. Ada enam poin surveu yakni persepsi resiko, pengetahuan, informasi, perlindungan diri, modal sosial dan ekonomi.

“Poin mengenai pengetahuan bernilai 3,05 dari nilai maksimal 5 dan nilai mengenai informasi 3,06. Artinya tingkat pengetahuan dan informasi mengenai pandemi masih rendah dan harus ditingkatkan, dengan memanfaatkan sumber informasi yang dipercaya oleh publik,” kata Amir, dalam paparanya.

Namun, dinilai dari kesadaran masyarakat untuk menjaga diri dari terpapar vcovid-19 sudah cukup baik dengan nilai 4,02. Sedangkan, untuk poin modal sosial dan ekonomi, masyarakat Kota Bogor ternyata terdampak cukup tinggi dengan nilai 2,96 untuk poin ekonomi dan 3,07 untuk poin modal sosial.

“Kondisi sosial masyarakat cukup memprihatinkan dan memiliki dampak yang signifikan terhadap rendahnya persepsi secara umum,” ungkap Amir

Kemudian, poin mengenai persepsi resiko di Kota Bogor juga masih rendah. Dimana, masyarakat cenderung menilai kalau dirinya tidak akan terpapar covid-19 dengan skor 2,79 dari nilai maksimal 5.

“Secara kolektif warga Kota Bogor menganggap remeh resiko penularan covid-19,” tambahnya.

Exit mobile version