Pemkot Semarang Berikan Tabungan Bagi 1.000 Siswa SMP

Sindonews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, memberikan tabungan kepada 1.000 siswa SMP dari keluarga kurang mampu. Masing-masing siswa mendapat tabungan senilai Rp200.000. 

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, pemberian tabungan kepada siswa SMP kurang mampu tersebut merupakan bagian dari program Gerakan Indonesia Menabung, Satu Pelajar Satu Rekening. Ini juga bagian dari kepedulian Pemkot Semarang bersama OJK Kantor Regional 3 Jateng-DIY kepada para pelajar yang berasal dari keluaraga tidak mampu.

“Insya Allah nanti ditambahi lagi. Ini karena perjalanan ke depan menuntut ilmu masih panjang, masih harus melanjutkan ke jenjang SMA hingga perguruan tinggi. Ingat, hemat pangkal kaya, harus rajin menabung, semoga kelak semua menjadi orang yang sukses,” kata Hendrar Prihadi atau yang akrab disapa Hendi ini dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Rabu (23/9/2020).

Di sisi lain, selama pandemi COVID-19 Hendi tak menampik banyaknya kendala yang dihadapi siswa selama mengikuti metode bejalar dari rumah. Dari mulai kebosanan hingga permasalahan kuota internet. Itu membuat banyak siswa berkeinginan untuk dapat segera kembali bersekolah tatap muka.

Karena itu Hendi akan memberikan izin bagi sekolah untuk kembali menggelar pembelajaran tatap muka, bila memenuhi persyaratan. “Tidak menutup kemungkinan sekolah – sekolah bisa melakukan pendidikan secara offline, syaratnya pertama orang tua murid harus setuju dulu, syarat lainnya sekolahnya ada di wilayah zona hijau atau zona kuning, bukan zona merah,” ujarnya.

Namun, Hendi berharap konsep belajar jarak jauh, atau belajar dari rumah juga dapat terus berkembang, sehingga dapat meminimalisir kendala – kendala yang hari ini dikeluhkan. Sebab tidak ada pihak yang mampu memastikan kapan pandemi COVID-19 akan berakhir.

“Semuanya tidak ada yang mampu memprediksi bahwa akan ada yang namanya COVID-19, tapi tahun ini kehendak Gusti Allah ada pandemi COVID-19. Tetap semangat tetap harus berkreasi karena perjalanannya masih panjang,” pungkas Hendi.

Exit mobile version