Banyak Negara Miskin Belum Bisa Vaksinasi Covid-19, Sri Mulyani: Indonesia Beruntung

Liputan6.com, Jakarta – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan Indonesia masih beruntung karena bisa melakukan program vaksinasi kepada masyarakat. Sementara negara miskin lain hingga saat ini belum dapat mengakses vaksin Covid-19.

“Jadi kita beruntung telah bisa mengamankan suatu jumlah vaksin yang dibutuhkan untuk Indonesia, bisa mendapatkan apa yang disebut herd immunity,” ujar Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Komite IV DPD RI, Selasa (19/1).

Bendahara Negara itu menyebut sampai saat ini masih banyak negara-negara miskin belum mengumumkan kapan negara mereka dapat melakukan program vaksinasi. Keterbatasan dana membuat negara-negara tersebut sulit bersaing dengan negara lainnya.

“Ini yang menggambarkan bahwa seluruh negara berupaya. Kalau kita lihat banyak negara-negara miskin, bahkan belum bisa melakukan pengumuman, karena kemungkinan mendapatkan akses vaksinnya juga sangat sulit karena keterbatasan dana yang mereka miliki,” jelasnya.

Seperti diketahui, Indonesia sendiri sudah memulai vaksinasi pada Rabu (13/1) lalu. Presiden Joko Widodo menjadi pertama yang disuntik vaksin di Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Vaksinasi terhadap Kepala Negara sebagai tanda dimulainya program vaksin Covid-19 di TanahAir.

Selain Indonesia, Amerika Serikat juga sudah melakukan vaksinasi pada Desember 2020 lalu. Sebanyak 311 juta penduduk ditargetkan. Adapun vaksin tersebut diberikan secara cuma-cuma atau gratis, namun tidak bersifat wajib.

Inggris dan Prancis juga mulai melakukan proses vaksinasi pada Desember 2020 lalu. Inggris diberikan kepada 67,9 juta penduduk sementara prancis diberikan sebanyak 65,3 juta penduduk, yang masing-masing dilakukan secara gratis.

Di samping itu, India pada minggu ini atau Januari 2021 juga akan melakukan proses vaksinasi secara gratis kepada penduduknya. Di mana total penduduknya mencapai 1,38 miliar.

Sementara itu untuk Filipina vaksinasi akan dilakukan mulai Kuartal kedua tahun 2021 dengan menyasar 109,6 juta penduduknya. Adapun skema vaksin yang diberikan oleh negara itu sebanyak 60 populasi gratis dan 40 persennya berbayar.

“Thailand 69 juta bulan Mei gratis, Austalia 25 juta mulai Maret,” ujarnya.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Exit mobile version