Begini Cara Satlantas Polres Grobogan Edukasi Protokol Kesehatan

Seorang ibu mengenakan hijab warna cokelat menggunakan kaos hitam terlihat menundukkan kepala sambil memegang sebuah papan. Tangan kirinya memegang ujung kain hijab tersebut dan terlihat tengah mendengarkan pesan-pesan yang disampaikan satu dari empat polisi. Empat polisi dari Satlantas Polres Grobogan ini tanpa sengaja melihat seorang ibu yang tidak mengenakan masker saat berada di dalam pasar.

Salah satu polisi memberikan tiang papan yang bertuliskan “Saya Malu Tidak Mematuhi Protokol Kesehatan”, dan meminta si ibu memegangnya sebagai sanksi sosial yang diberikan kepada ibu tersebut.

Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Sri Martini, membenarkan kegiatan tersebut. Pemberian sanksi sosial ini memang sengaja diberikan kepada masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan saat berada di tempat umum. Secara kebetulan, para anggotanya melakukan sosialisasi protokol kesehatan di sebuah pasar di Kota Purwodadi.

Tiang papan dengan tulisan ‘Saya Malu Tidak Mematuhi Protokol Kesehatan’ ini diberikan sebagai sanksi sosial kepada seorang ibu yang tidak menggunakan masker di dalam pasar.

“Ibu tersebut akhirnya malu karena tidak menggunakan masker. Kemudian, anggota kami memberikan penjelasan kepada ibu tersebut agar tetap mematuhi protokol kesehatan dengan menggunakan masker karena pandemi covid-19 belum berakhir,” ungkap AKP Sri Martini, saat dikonfirmasi.

AKP Sri Martini menjelaskan bahwa pihaknya mendekatkan diri kepada masyarakat saat memberikan sosialisasi tentang protokol kesehatan, Satlantas Grobogan selalu menggunakan bahasa yang mudah dipahami masyarakat.

Pihaknya melakukan sosialisasi dengan berbagai cara agar masyarakat terus menyadari pentingnya menggunakan masker, berjaga jarak, mengurangi mobilitas, menjauhi kerumunan, dan mencuci tangan dengan air dan sabun.

“Pandemi covid-19 belum berakhir, sehingga kami terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar patuh dan taat pada protokol kesehatan. Banyak cara sudah kita lakukan untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat seperti memberikan sanksi sosial agar masyarakat menyadari betul terhadap protokol kesehatan,” pungkas AKP Sri Martini.

Exit mobile version