Jakarta – Kebakaran hutan besar-besaran yang melanda kawasan perbukitan Yerusalem sejak Rabu (30/4/2025) akhirnya berhasil dikendalikan pada Kamis (1/5/2025) waktu setempat, setelah berlangsung selama lebih dari 30 jam. Otoritas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Israel mengumumkan bahwa titik-titik api utama telah dipadamkan, meski upaya pemadaman lanjutan masih terus dilakukan.
Laporan dari lembaga penyiaran publik Israel, KAN dan Channel 12, menyebutkan bahwa kebakaran terjadi di kawasan Yerusalem Hills dan sempat memaksa evakuasi sejumlah komunitas, serta menutup jalan-jalan utama, termasuk rute penghubung antara Tel Aviv dan Yerusalem. Kini, perintah evakuasi telah dicabut dan jalur lalu lintas kembali dibuka.
Menurut data terbaru, kebakaran tersebut melalap sekitar 6.000 hektare lahan, termasuk 2.000 hektare hutan. Tiga komunitas religius Katolik yang sebelumnya dievakuasi juga telah kembali ke tempat tinggal mereka. Namun, sejumlah lahan pertanian seperti kebun anggur dan pohon zaitun dilaporkan mengalami kerusakan parah. “Syukurlah tidak ada korban luka, dan gereja-gereja bersejarah tetap utuh,” ujar Farid Jubran, juru bicara Patriarkat Latin.
Dugaan Penyebab Kebakaran Masih Jadi Perdebatan
Penyebab kebakaran hingga kini masih menjadi perdebatan. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menetapkan peristiwa ini sebagai “darurat nasional” dan menuding kebakaran sebagai tindakan yang disengaja. Ia mengklaim sebanyak 18 orang telah ditangkap, termasuk satu orang yang tertangkap tangan saat mencoba membakar lahan.
Namun, klaim tersebut dibantah oleh Radio Angkatan Darat Israel yang menyebut hanya tiga orang yang benar-benar ditahan. The Jerusalem Post melaporkan bahwa salah satu tersangka adalah pria berusia 50 tahun dari lingkungan Arab Palestina Umm Tuba, Yerusalem Timur, yang ditangkap bersama dua orang lainnya karena diduga membawa bahan mudah terbakar.
Sementara itu, Channel 12 melaporkan bahwa kebakaran utama di kawasan Yerusalem Hills kemungkinan besar disebabkan oleh kelalaian, bukan tindakan sengaja. Hal senada juga diungkapkan surat kabar Yedioth Ahronoth yang menyatakan tidak ditemukan bukti kuat bahwa kebakaran tersebut merupakan hasil sabotase.
Situasi Sulit Akibat Cuaca Ekstrem
Kebakaran dahsyat ini bermula dari Hutan Eshtaol, dekat Mesilat Zion, di barat Yerusalem. Api dengan cepat meluas dipicu oleh suhu tinggi, kelembapan rendah, dan angin kencang berkecepatan hingga 60 mil per jam. Kondisi cuaca ekstrem ini memicu kekhawatiran serius terhadap keselamatan warga.
Video yang beredar di media sosial menunjukkan kepanikan warga yang terjebak di tengah api, kendaraan yang ditinggalkan, serta kobaran api yang mendekati biara Katolik. Sejumlah rumah turut dievakuasi, dan jalan-jalan utama sempat ditutup selama berjam-jam.
Komandan pemadam kebakaran distrik Yerusalem, Shmulik Friedman, mengatakan bahwa sebanyak 155 tim pemadam dikerahkan untuk menangani kebakaran yang disebut sebagai salah satu yang terbesar dalam sejarah Israel. “Ini mungkin kebakaran terbesar yang pernah terjadi di negara ini,” ujar Friedman seperti dikutip dari The Independent.
Baca Juga : Peringati Hari Buruh Internasional, 200 Ribu Pekerja Gelar Aksi di Monas













