Operasi Zebra 2025 Hari Kedua Belas: Peningkatan Edukasi, Pencegahan, dan Penegakan Hukum di Seluruh Indonesia

Operasi Zebra

Jakarta – Pelaksanaan Operasi Zebra 2025 hingga Hari Kedua Belas (17-28 November 2025) menunjukkan penguatan konsisten dalam kegiatan edukasi, pencegahan, dan penegakan hukum lalu lintas di seluruh wilayah Indonesia. Data rekap nasional mencatat bahwa pola kegiatan ini telah berjalan secara besar dan terukur, mencerminkan kemampuan jajaran kepolisian dalam mempertahankan ritme operasi di tengah dinamika mobilitas masyarakat.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Drs. Agus Suryonogroho, S.H., M.Hum., menyampaikan bahwa akumulasi data hingga H12 menjadi landasan penting untuk menyusun strategi menjelang akhir Operasi Zebra. Ia menekankan pentingnya setiap satuan kerja untuk mengirimkan laporan yang tepat waktu dan akurat, karena keputusan korektif sangat bergantung pada kualitas data tersebut. Stabilitas operasi sampai H12 tercapai berkat koordinasi berjenjang dari tingkat pusat hingga daerah.

Agus Suryonogroho memberi apresiasi atas profesionalitas seluruh jajaran selama dua belas hari pelaksanaan operasi, yang menjadi fondasi untuk menetapkan prioritas pada sisa waktu Operasi Zebra 2025.

Dalam aspek edukasi (Binluh), tercatat 572.481 kegiatan hingga H12, naik drastis 906,9 persen dibanding periode sama tahun 2024 yang hanya 56.853 kegiatan. Rinciannya meliputi 198.508 kunjungan ke komunitas roda dua dan roda empat, 191.569 sosialisasi di sekolah dan kampus, serta 182.404 kegiatan di perusahaan dan pabrik. Hal ini menunjukkan perluasan jangkauan edukasi ke berbagai segmen masyarakat.

Pada sisi penyuluhan (Penluh), total kegiatan mencapai 2.304.302 kali dengan peningkatan 123,3 persen dibanding tahun sebelumnya. Detailnya termasuk 189.354 publikasi media cetak, 289.974 media elektronik, 1.467.135 aktivitas media sosial, dan 357.839 publikasi di daerah rawan kecelakaan dan pelanggaran. Penyebaran materi kampanye keselamatan juga mengalami lonjakan signifikan, berupa 97.332 spanduk, 1.789.520 leaflet, 1.634.637 stiker, dan 19.867 unit billboard, dengan total 3.541.356 kali kegiatan penyebaran, naik 138,8 persen.

Kegiatan preventif mencapai 3.325.280 kali, meningkat 201,9 persen dari 1.101.468 kegiatan pada 2024. Ramp check pengemudi bus dan truk dilaksanakan 102.605 kali, sedangkan pemeriksaan kelengkapan di institusi pendidikan dan perusahaan sebanyak 177.486 kali. Penempatan personel di lokasi rawan pelanggaran meningkat tajam 938 persen menjadi 463.772 kegiatan. Patroli dan pengawasan di lokasi rawan mencapai 559.827 kegiatan. Turjawali (pengaturan lalu lintas) menjadi program terbesar dengan 2.021.590 kegiatan, naik 108,9 persen dibanding tahun lalu.

Dalam penegakan hukum selama periode ini, tercatat 1.419.799 perkara pelanggaran, naik 61,6 persen dari 878.857 pada 2024. Sistem ETLE mencatat total 175.040 perkara, terbagi dalam 89.336 ETLE statis dan 85.704 ETLE mobile. Sebaliknya, tilang manual menurun drastis 88,1 persen, hanya 17.491 perkara, mencerminkan kebijakan pembatasan pelanggaran yang memerlukan intervensi langsung. Teguran lapangan naik 90,8 persen mencapai 1.227.268 kegiatan, menunjukkan pendekatan yang lebih mengedepankan edukasi dalam penegakan hukum.

Kakorlantas menegaskan pentingnya menjaga kualitas dokumentasi ETLE dan penindakan manual untuk mempertahankan akuntabilitas serta kepercayaan publik terhadap Operasi Zebra.

Pada kategori kendaraan roda dua (R2), pelanggaran tidak menggunakan helm SNI mencapai 345.490 perkara, naik 137,5 persen dibanding 2024. Pelanggaran melawan arus sebanyak 43.078 perkara dan penggunaan handphone saat berkendara tercatat 5.654 perkara, naik masing-masing 12,9 persen dan 29,7 persen. Pelanggaran balap liar R2 juga naik signifikan 165,2 persen menjadi 3.962 perkara, sementara pengendara di bawah umur tercatat 59.262 kegiatan, naik 157,3 persen.

Untuk roda empat (R4), pelanggaran pengendara di bawah umur mencapai 8.296 perkara, meningkat 247,5 persen. Pelanggaran tidak menggunakan sabuk keselamatan (safety belt) mencapai 67.036 perkara, naik 45,7 persen dibanding tahun sebelumnya. Pelanggaran kategori lain pada R2 juga naik signifikan 281,2 persen mencapai 149.383 perkara.

Balap liar R2 masih menjadi tantangan utama, sementara balap liar R4 menurun drastis menjadi 24 perkara dari 201 perkara sebelumnya. Kondisi ini menegaskan bahwa pelanggaran balap liar banyak terjadi pada roda dua dan kelompok usia muda, yang membutuhkan penegakan hukum tegas dan pembinaan komunitas.

Penggunaan handphone saat mengemudi tercatat cukup tinggi pada R2 (5.654 perkara) dan R4 (5.347 perkara), menunjukkan perlunya edukasi berulang terkait risiko gangguan konsentrasi saat berkendara. Kakorlantas juga meminta fokus sosialisasi dan penegakan terhadap pelanggaran penggunaan safety belt, terutama di lokasi rawan kecelakaan.

Berdasarkan data tersebut, Kakorlantas mengeluarkan sejumlah arahan utama. Pertama, mempertahankan dan meningkatkan intensitas kegiatan edukasi dan penyuluhan terutama di sekolah, kampus, komunitas pengendara, dan lingkungan kerja. Kedua, memperkuat kegiatan preventif dengan pola pengaturan, penjagaan, dan patroli yang menyesuaikan waktu kritis di lokasi rawan.

Ketiga, mengoptimalkan ETLE sebagai instrumen utama penegakan hukum sambil menjaga proporsionalitas tilang manual. Keempat, fokus pada penanganan pelanggaran berisiko tinggi seperti balap liar, pengendara di bawah umur, tidak memakai helm SNI, penggunaan handphone saat berkendara, dan tidak menggunakan sabuk keselamatan. Kelima, memperkuat analisis harian untuk memantau tren wilayah dan merespon cepat.

Kakorlantas menegaskan agar seluruh arahan ini diintegrasikan ke dalam rencana kegiatan harian hingga akhir Operasi Zebra 2025. Ia mengajak masyarakat untuk terus mendukung operasi dengan mematuhi aturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan dalam berkendara.

Sebagai penutup, Irjen Pol. Drs. Agus Suryonogroho memberi apresiasi atas disiplin dan profesionalitas semua personel yang terlibat selama 12 hari pelaksanaan Operasi Zebra serta menegaskan komitmen Korlantas Polri menjaga kualitas pelayanan hingga operasi selesai.

Exit mobile version