Jakarta – Keberhasilan Operasi Lilin 2025 dalam menjaga kelancaran dan keselamatan lalu lintas selama libur Natal dan Tahun Baru tidak terlepas dari respon cepat petugas serta penerapan rekayasa lalu lintas secara situasional.
Hal tersebut disampaikan Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, SH, M.Hum dalam laporan resmi kepada Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si..
Dalam laporan tersebut, Kakorlantas Polri menyampaikan bahwa petugas di lapangan mampu menangani secara cepat satu kejadian kecelakaan lalu lintas menonjol yang terjadi di wilayah Polrestabes Semarang, Jawa Tengah.
Penanganan yang cepat dan profesional membuat situasi tetap terkendali serta tidak menimbulkan dampak lanjutan terhadap arus lalu lintas maupun keamanan masyarakat.
Selain penanganan kejadian menonjol, petugas juga aktif melaksanakan rekayasa lalu lintas secara intensif guna mengantisipasi kepadatan kendaraan di berbagai ruas strategis nasional.
Selama periode Operasi Lilin 2025, sistem one way diterapkan sebanyak 19 kali pada ruas Jakarta–Bogor–Ciawi sebagai langkah penguraian kepadatan arus.
Rekayasa juga dilakukan melalui pengalihan arus lalu lintas sebanyak 80 kali, yang tersebar di sejumlah wilayah, antara lain ruas dalam kota sebanyak 8 kali, Jakarta–Cikampek 10 kali, JORR E Bambu Apus–Rorotan 26 kali, Jakarta–Tangerang 13 kali, Jakarta–Bogor–Ciawi 20 kali, Balikpapan–Samarinda 1 kali, ruas Layang MBZ 1 kali, serta JORR W2U Ulujami–Kembangan 1 kali.
Selain itu, petugas menerapkan sistem contra flow sebanyak 15 kali pada sejumlah ruas utama, yakni Jakarta–Cikampek 4 kali, ruas dalam kota 4 kali, Jakarta–Tangerang 3 kali, serta Jakarta–Bogor–Ciawi 4 kali. Penerapan contra flow dilakukan secara situasional menyesuaikan volume kendaraan dan kondisi lapangan.
Kakorlantas Polri menilai, kombinasi antara respon cepat petugas, rekayasa lalu lintas yang tepat sasaran, serta koordinasi lintas instansi menjadi faktor utama terkendalinya arus lalu lintas selama Operasi Lilin 2025.
Secara umum, pelaksanaan operasi dinilai berjalan aman, tertib, dan efektif dalam menjamin kelancaran serta keselamatan masyarakat selama masa libur Natal dan Tahun Baru.











