JAKARTA – Penyanyi sekaligus dokter Teuku Adifitrian atau yang akrab disapa Tompi, bersama sejumlah figur publik dan pelaku industri kreatif, melakukan pertemuan resmi dengan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka. Pertemuan tersebut berlangsung di Jakarta pada Selasa (6/1/2026) untuk mendiskusikan langkah-langkah strategis serta bantuan lanjutan bagi para pekerja seni di tanah air.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Tompi dan rekan-rekan sesama artis menyampaikan berbagai aspirasi mengenai tantangan yang dihadapi oleh ekosistem kreatif saat ini. Fokus utama pembahasan adalah mengenai skema bantuan pemerintah yang diharapkan dapat terus bergulir guna mendukung kesejahteraan para seniman, kru film, hingga musisi.
Tompi mengungkapkan bahwa kehadiran mereka menemui Wapres Gibran bertujuan untuk menjembatani kebutuhan riil para pelaku seni di lapangan dengan kebijakan pemerintah. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan program dukungan ekonomi bagi mereka yang bergerak di sektor hiburan.
“Kami berdiskusi tentang bagaimana mekanisme bantuan ini bisa tepat sasaran dan berkelanjutan. Pemerintah punya perhatian besar pada ekonomi kreatif, dan kami ingin memastikan teman-teman pekerja seni di semua level mendapatkan dukungan yang memadai,” ujar Tompi dalam keterangannya setelah pertemuan pada Selasa (6/1/2026).
Wapres Gibran Rakabuming Raka menyambut baik masukan dari para praktisi seni tersebut. Sebagai sosok yang memiliki perhatian khusus terhadap anak muda dan industri kreatif, Gibran menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu pilar pertumbuhan ekonomi nasional.
Selain bantuan tunai atau subsidi, pertemuan tersebut juga menyentuh aspek pemberdayaan jangka panjang, seperti penyediaan fasilitas produksi kreatif, perlindungan hak cipta, hingga kemudahan akses pendanaan bagi proyek-proyek seni lokal. Langkah ini diambil agar industri kreatif Indonesia memiliki daya saing yang kuat di kancah internasional.
Pertemuan ini menjadi sinyal positif bagi para pekerja seni yang mengharapkan adanya sinergi lebih erat antara pemerintah dan pelaku industri. Kehadiran figur vokal seperti Tompi diharapkan mampu menyuarakan kegelisahan rekan-rekan profesinya secara langsung kepada pengambil kebijakan tertinggi.
Pemerintah berencana menindaklanjuti masukan dari para artis ini melalui kementerian terkait guna merumuskan skema bantuan yang lebih inklusif. Hal ini diharapkan mampu menjadi stimulus bagi bangkitnya karya-karya kreatif anak bangsa yang sempat terdampak oleh dinamika ekonomi belakangan ini.
Melalui koordinasi yang intensif ini, diharapkan pada tahun 2026, ekosistem seni dan budaya di Indonesia semakin solid dan mendapatkan pengakuan serta dukungan yang layak dari negara.
