Kronologi Agresi Militer AS dan Penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro Oleh Pasukan Khusus

Kronologi Agresi Militer AS dan Penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro Oleh Pasukan Khusus

Kronologi Agresi Militer AS dan Penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro Oleh Pasukan Khusus

CARACAS – Situasi geopolitik di Amerika Selatan mencapai titik didih setelah terjadinya agresi militer yang dilakukan oleh pasukan Amerika Serikat di Venezuela. Operasi rahasia yang diluncurkan pada awal Januari 2026 ini berujung pada penculikan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, dari istana kepresidenan Miraflores di Caracas.

Insiden ini bermula dari peningkatan ketegangan diplomatik antara Washington dan Caracas terkait sengketa sumber daya alam dan tuduhan pelanggaran hak asasi manusia. Agresi militer tersebut dilaporkan melibatkan unit pasukan khusus elit yang melakukan serangan udara terbatas sebelum akhirnya mengepung kediaman resmi sang presiden.

Berdasarkan laporan kronologi yang dihimpun, serangan dimulai pada dini hari ketika sistem pertahanan udara Venezuela dilaporkan mengalami gangguan teknis akibat serangan siber. Tak lama kemudian, helikopter militer tanpa tanda pengenal mendarat di area istana, dan pasukan bersenjata lengkap melakukan operasi ekstraksi terhadap Nicolas Maduro.

Pemerintah transisi Venezuela menyebut tindakan ini sebagai pelanggaran berat terhadap kedaulatan negara dan hukum internasional. Mereka menegaskan bahwa penculikan tersebut adalah upaya paksa untuk menggulingkan pemerintahan yang sah melalui intervensi militer asing secara langsung.

Kementerian Luar Negeri Venezuela dalam pernyataan resminya mengutuk keras tindakan tersebut. Mereka menyebut agresi ini sebagai bentuk neo-kolonialisme modern yang mengancam stabilitas kawasan Amerika Latin secara keseluruhan.

Di sisi lain, pihak Amerika Serikat hingga saat ini belum memberikan rincian lengkap mengenai status keberadaan Nicolas Maduro. Namun, beberapa sumber diplomatik di Washington menyebutkan bahwa operasi tersebut dilakukan atas dasar “keamanan nasional” dan untuk memastikan stabilitas di kawasan yang dianggap sedang mengalami krisis kemanusiaan akut.

Reaksi dunia internasional pun terbelah. Sekutu-sekutu dekat Venezuela seperti Rusia dan China mendesak pembebasan segera Nicolas Maduro dan menuntut Amerika Serikat untuk menghormati kedaulatan wilayah Venezuela. Sementara itu, beberapa negara tetangga di kawasan tersebut menyerukan dialog damai guna mencegah terjadinya konflik bersenjata yang lebih luas.

Agresi militer ini diperkirakan akan mengubah peta politik dunia di tahun 2026 secara drastis. Dewan Keamanan PBB pun dikabarkan segera menggelar rapat darurat guna membahas tindakan AS yang dinilai banyak pihak sebagai langkah sepihak (unilateral) yang sangat berbahaya.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di ibu kota Caracas masih terpantau tegang dengan kehadiran militer di titik-titik strategis. Masyarakat dunia kini menunggu kejelasan nasib Nicolas Maduro dan bagaimana respons lanjutan dari militer Venezuela terhadap hilangnya pemimpin tertinggi mereka.

Exit mobile version