JAKARTA – Pihak Istana melalui Kantor Staf Presiden memberikan atensi serius terhadap laporan adanya tindakan intimidasi dan teror yang dialami oleh sejumlah influencer. Peristiwa ini dilaporkan terjadi tak lama setelah para influencer tersebut menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah di media sosial.
Pemerintah secara resmi meminta Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk segera melakukan investigasi mendalam guna melacak asal-usul teror tersebut. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa ruang demokrasi tetap terjaga dan warga negara merasa aman dalam menyampaikan aspirasinya secara terbuka.
Dalam pernyataannya, pihak Istana menegaskan bahwa tindakan teror dalam bentuk apa pun, baik melalui serangan siber maupun intimidasi fisik, tidak dapat dibenarkan dalam negara hukum. Polri diminta untuk bekerja secara profesional dan transparan dalam mengungkap dalang di balik aksi yang meresahkan tersebut.
Pemerintah memandang perlindungan terhadap kebebasan berpendapat adalah amanat konstitusi. Investigasi yang diminta bertujuan untuk membuktikan bahwa tidak ada ruang bagi upaya pemberangusan kritik melalui cara-cara yang melanggar hukum.
“Pemerintah meminta Polri untuk mengusut tuntas asal teror tersebut agar tidak ada spekulasi liar di tengah masyarakat. Keamanan setiap warga negara, termasuk mereka yang kritis, harus dijamin,” demikian pernyataan yang dihimpun dari lingkungan Istana pada Rabu (7/1/2026).
Laporan mengenai teror ini muncul setelah beberapa akun media sosial milik influencer vokal mengalami upaya peretasan, serta pengiriman pesan ancaman secara anonim. Tekanan publik pun meningkat, menuntut kepastian bahwa pemerintah tetap menghargai perbedaan pandangan dalam membangun bangsa.
Polri sendiri menyatakan telah menerima instruksi tersebut dan tengah menyiapkan tim khusus untuk menindaklanjuti laporan teknis dari para korban. Penelusuran digital (digital forensic) akan menjadi kunci utama dalam menemukan jejak pelaku yang bersembunyi di balik akun-akun anonim.
Selain instruksi investigasi, Istana juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang belum terverifikasi kebenarannya. Komunikasi antara pemerintah dan elemen masyarakat sipil dipastikan akan terus diperkuat guna menghindari polarisasi yang lebih tajam.
Keberhasilan Polri dalam mengungkap kasus ini dinilai akan menjadi indikator penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap komitmen pemerintah dalam merawat demokrasi. Publik kini menunggu hasil nyata dari proses penyelidikan yang tengah berjalan.
