JAKARTA – Indonesia dan Malaysia berencana membangun proyek infrastruktur yang sangat besar. Proyek tersebut adalah Jembatan Dumai–Melaka yang melintasi Selat Malaka. Jembatan ini berpotensi besar untuk mengalihkan arus logistik di wilayah tersebut. Selat Malaka sendiri selama ini menjadi jalur perdagangan dunia yang sangat sibuk.
Jika proyek ini terwujud, waktu tempuh antar kedua negara akan terpangkas drastis. Perjalanan lintas negara tersebut diperkirakan hanya memakan waktu sekitar 40 menit. Hal ini tentu jauh lebih cepat daripada menggunakan kapal laut. Efisiensi waktu ini akan sangat membantu mobilitas masyarakat dan juga para pelaku usaha.
Proyek Jembatan Terpanjang di Kawasan Asia Tenggara
Pembangunan jembatan ini masuk dalam daftar proyek lintas negara terpanjang di Asia Tenggara. Nilai investasi untuk jembatan Dumai-Melaka ini sangat fantastis. Proyek ini diperkirakan membutuhkan biaya sekitar US$15–20 miliar. Anggaran tersebut akan digunakan untuk membangun konstruksi hebat di tengah laut.
Integrasi ekonomi antara Indonesia dan Malaysia juga akan semakin kuat. Saat ini nilai perdagangan kedua negara mencapai US$12–15 miliar per tahun. Kehadiran jembatan ini diprediksi akan meningkatkan angka perdagangan tersebut secara tajam. Pertumbuhan ekonomi di wilayah Dumai dan Melaka juga akan ikut terdorong.
Dampak Positif Bagi Logistik dan Ekonomi ASEAN
Jembatan Dumai-Melaka akan menjadi simbol baru kemajuan infrastruktur di ASEAN. Proyek ini akan mempermudah distribusi barang dari Sumatera ke Semenanjung Malaysia. Biaya logistik antar negara diharapkan bisa turun karena jalur darat yang lebih efisien. Proyek ini juga akan membuka banyak lapangan kerja baru bagi warga lokal.
Hingga saat ini pembahasan mengenai teknis pembangunan terus dilakukan oleh kedua negara. Banyak pihak berharap proyek bernilai miliaran dollar ini segera masuk ke tahap pembangunan. Kehadiran jembatan ini akan menjadi sejarah penting bagi persahabatan Indonesia dan Malaysia. Seluruh kawasan Asia Tenggara akan menikmati konektivitas yang semakin erat ini.














