JAKARTA – Korlantas Polri terus mempercepat transformasi digital dalam sistem lalu lintas nasional. Strategi ini bertujuan untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih modern dan transparan. Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, menegaskan bahwa pengembangan sistem ETLE akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Langkah ini sesuai dengan arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menjaga keselamatan pengguna jalan.
Irjen Agus Suryonugroho menyadari bahwa penerapan teknologi digital masih menghadapi sejumlah tantangan. Menurutnya, masalah literasi masyarakat dan akurasi data kendaraan menjadi perhatian utama. Selain itu, keterbatasan teknis dan persepsi publik juga menjadi faktor yang harus segera disempurnakan. Oleh karena itu, Polri berkomitmen untuk terus memperkuat sosialisasi agar ekosistem pendukung di lapangan semakin siap.
Keunggulan ETLE Drone dan Objektivitas Petugas
Penggunaan ETLE Drone Patrol Presisi kini memberikan keunggulan baru dalam pengawasan jalan raya. Teknologi ini mampu menjangkau area yang luas dengan respon yang lebih cepat. Selain itu, sistem ini menjamin penindakan yang lebih objektif karena minim interaksi langsung antara petugas dan warga. Dengan demikian, potensi penyimpangan di lapangan dapat ditekan hingga titik terendah.
Namun, Irjen Agus mengingatkan bahwa teknologi tidak boleh berdiri sendiri tanpa nilai keadilan. Penegakan hukum harus tetap memiliki sisi humanis agar masyarakat merasa terlindungi. Ia berharap ETLE tidak hanya dilihat sebagai alat pengawas, tetapi juga sebagai sarana edukasi. Baginya, perilaku tertib di jalan raya merupakan cerminan tingkat kedisiplinan dan budaya suatu bangsa.
Persiapan Mudik 2026 dan Kepercayaan Publik
Menjelang Operasi Keselamatan dan Mudik Lebaran 2026, Korlantas Polri akan tetap mengutamakan sisi humanis. Irjen Agus menegaskan bahwa kecanggihan drone tidak akan berarti tanpa adanya kepercayaan publik. “Teknologi adalah alat, tetapi kepercayaan masyarakat adalah tujuan utama kami,” tegasnya pada Selasa (27/1/2026).
Sebagai penutup, ia meminta seluruh jajaran Polantas untuk tetap profesional dan ramah dalam bertugas. Penegakan hukum harus dilakukan secara tegas namun tetap sesuai dengan prosedur yang berlaku. Irjen Agus kembali mengingatkan filosofi pelayanan mereka melalui pesan singkat. “Komitmen kami adalah melayani dengan profesional, karena senyum Polantas adalah marka utama,” pungkasnya.
