Karawang — Warga Guro 2, Kabupaten Karawang, menyuarakan aspirasi penolakan terhadap penutupan Jalan Soka di kawasan Stadion Singaperbangsa. Kebijakan tersebut dinilai menghambat mobilitas dan aktivitas harian masyarakat setempat.
Dalam aksi penyampaian pendapat yang digelar, warga mengungkapkan bahwa penutupan akses jalan utama memicu kemacetan hampir setiap hari. Arus kendaraan terpaksa dialihkan ke satu jalur alternatif menuju irigasi yang kapasitasnya terbatas, sehingga kerap menimbulkan antrean panjang, kepadatan lalu lintas, hingga meningkatkan risiko kecelakaan.
Perwakilan warga menegaskan bahwa Jalan Soka memiliki peran penting sebagai jalur penghubung utama bagi aktivitas bekerja, berdagang, sekolah, serta kebutuhan darurat warga sekitar. Mereka menilai penutupan jalan tersebut bukan untuk kepentingan pembangunan, melainkan dialihfungsikan sebagai area olahraga yang tidak digunakan secara rutin setiap hari.
“Kami tidak menolak kegiatan olahraga. Namun, penutupan total jalan umum tanpa solusi dan tanpa musyawarah dengan warga jelas merugikan masyarakat yang terdampak setiap hari,” ujar salah satu warga dalam orasinya.
Melalui aksi ini, masyarakat Guro 2 mendesak pemerintah daerah agar segera meninjau ulang kebijakan penutupan Jalan Soka, membuka kembali akses jalan, serta mengedepankan dialog dan partisipasi warga sebelum mengambil keputusan yang berdampak luas.
Warga juga berharap perhatian dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, khususnya Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, untuk membantu memfasilitasi penyelesaian persoalan tersebut agar tidak terus menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Aksi penyampaian aspirasi berlangsung aman, tertib, dan damai dengan pengawalan aparat, sebagai wujud partisipasi warga dalam menyampaikan pendapat di ruang publik.
#KarawangMacet #BukaJalanWarga #SaveJalanSoka #StadionSingaperbangsa #DengarSuaraWarga #KangDediMulyadi #KangDediTolongKami #TolakPenutupanJalan #FYP
