Survei BPS: 23 Persen Kantor Tidak WFH

Dream.co.id – Pandemi Covid-19 memaksa masyarakat untuk mengubah gaya hidupnya. Misalnya, memakai masker ketika bepergian ke luar rumah dan menjaga jarak.

Tentu saja tujuannya untuk menekan penularan virus corona. Perubahan ini juga berlaku di dunia kerja. Yang semula para karyawan datang ke kantor untuk bekerja, kini mereka bekerja dari rumah.

Dikutip dari data Badan Pusat Statistik (BPS), Rabu 7 Oktober 2020, hasil survei ” Perilaku Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19″ menunjukkan, ada perubahan konsep bekerja.

Sekitar 70 persen dari total responden berstatus bekerja. Hampir 62 persen dari total responden mengaku tempat kerjanya menerapkan work from home (WFH) alias kerja dari rumah.

Namun, ada juga 48,59 persen responden yang mengaku WFH dan masih harus masuk kantor.

Tercatat ada 23,11 persen responden yang tempat kerjanya tidak menerapkan WFH dan 15,02 persen yang menyebut tempat kerjanya tak memungkinkan menerapkan WFH.

Selain itu, BPS mencatat ada 22,81 persen responden yang tidak bekerja dan 2 persen yang terkena PHK.

Terapkan Protokol Kesehatan

Bagaimana dengan protokol kesehatan di dunia kerja? Tempat kerja juga menerapkan protokol kesehatan untuk menekan penyebaran virus corona.

Ada empat protokol yang diterapkan di tempat kerja, yaitu menjaga jarak, mencuci tangan/menggunakan hand sanitizer, memakai masker, serta memeriksa suhu tubuh dengan thermogun.

Mayoritas responden mengaku lingkungan kerjanya telah menerapkan pemakaian masker (94,35 persen) dan pemeriksaan suhu tubuh (94,35 persen).

Masih Ada yang Tidak Jaga Jarak?

Lalu, ada 72,62 responden yang menyebut lingkungan kerjanya menerapkan jaga jarak dan 82.56 persen memberlakukan aturan cuci tangan atau menggunakan hand sanitizer.

Survei dilakukan kepada 90.967 orang responden dengan rincian 44,77 persen pria dan 55,23 persen wanita. Responden ini didominasi oleh usia di bawah 45 tahun dengan ijazah tertinggi S-1. Survei ini dilakukan pada periode 7-14 September 2020.

Exit mobile version