wargabicara.com
  • Beranda
  • Para Ahli
  • Berita Daerah
  • Pelayanan Publik
  • Keluhan Warga
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Para Ahli
  • Berita Daerah
  • Pelayanan Publik
  • Keluhan Warga
No Result
View All Result
wargabicara.com
No Result
View All Result
Home Suara Warga

Cek Fakta: Tidak Benar Video Korban Bergelimpangan setelah Disuntik Vaksin Sinovac

admin by admin
2 April 2021
in Suara Warga
0
Cek Fakta: Tidak Benar Video Korban Bergelimpangan setelah Disuntik Vaksin Sinovac
0
SHARES
13
VIEWS

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video korban bergelimpangan setelah disuntik vaksin Sinovac, dengan menangkap layar video menampilkan seorang orang yang terlihat tidak sadarkan diri sedang digendong dari sebuah mobil niaga, untuk dijadikan bahan penelusuran menggunakan Yandex.

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim klaim video korban bergelimpangan setelah disuntik vaksin Sinovac

Penelusuran mengarah pada video akun YouTube Alavoula Chanel berjudul “Waduh Usai Di Suntik Difteri …Puluhan Santri Di Bawa Kerumah Sakit” yang dimuat, pada 11 Februari 2018.

Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

“Puluhan Santri dibawah kerumah sakit setelah disuntik difteri”

Video tersebut identik dengan tayangan klaim video korban bergelimpangan setelah disuntik vaksin Sinovac.

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim klaim video korban bergelimpangan setelah disuntik vaksin Sinovac

Penelusuran kedua

Penelusuran dilanjutkan dengan managkap layar tampilan video wawancara Anggota DPR Netty Prasetiyani, untuk dijadikan bahan penelusuran menggunakan Google Image.

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim klaim video korban bergelimpangan setelah disuntik vaksin Sinovac

Penelusuran mengarah pada video akun YouTube detikTV berjudul “KENAPA VAKSIN..? : PKS MINTA MENTERI KESEHATAN MENJAWAB INI” yang diunggah pada, 4 Januari 2021.

Akun YouTube detikTV mengunggah video yang identik dengan salah satu cuplikan tayangan klaim video korban bergelimpangan setelah disuntik vaksin Sinovac.

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim klaim video korban bergelimpangan setelah disuntik vaksin Sinovac

Dalam unggahan video akun YouTube detikTV, Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani memberi tanggapan terkait keamanan Vaksin Sinovac yang telah sampai di Indonesia sebanyak 1,2 juta dosis.

Berikut transkripnya:

“Oleh karena itu saya secara pribadi meminta penjelasan dari pak menteri karena memang yang disebutkan dalam Perpres No. 90 Tahun 2020 kemudian juga diikuti juga dengan PMK No.28. Kemudian Kemenkes 98/60 itu semuanya menunjukan bahwa Kementerian Kesehatan dalam hal ini menteri Kesehatan adalah pihak yang menentukan pada saat memilih vaksin yang akan dibeli dikerjasamakan atau kemudian ditunjuk penunjukan langsung.

kalau kemudian tiba-tiba muncul sinovac dalam bentuk vaksin jadi, ini sebetulnya membuat kita bingung ya, boro-boro masyarkat anggota dpr ri juga bingung sebetulnya.

Kenapa karena rapat tanggal 31 Agustus menjelaskan strategi mendapatkan vaksin itu 2, satu mengembangkan vaksin merah putih yang kedua strategi diplomasi yang waktu itu disebutkanlah vaksin sinovac yang sedang dilakukan uji klinis tahap ketiga di Indonesia dan uji klinis itu belum selesai interimnya juga baru nanti awal 2021.

kok tiba-tiba pemerintah memutuskan membeli vaksin jadi, vaksin jadi sinovac yang menurut referensi efektivitasnya belum teruji, kan begitu.

Nah, kemudian menurut ITAGI tadi pak menteri sampaikan tadi akan diberikan prioritas kepada tenaga kesehatan frontliners.

Bagaimana mungkin sebuah vaksin yang belum teruji efektivitasnya,efekesinya kebermanfaatannya diberikan kepada frontliners yang hari ini untuk mencetak satu tenaga kesehatan baik dokter maupun perawat butuh waktu butuh proses yang panjang”.

Penelusuran ketiga.

Penelusuran dilanjutkan pada cuplikan video tersebut menampilkan seorang yang dipanggil Nidom menyebut vaksin menunjukkan motif ADE (Antibody-dependent-enchancement).

Penelusuran cuplikan video tersebut dilakukan dengan menangkap layar video, untuk dijadikan bahan penelusuran menggunakan Yandex dan Google Image. Namun, tidak ada situs yang mengarah pada video tersebut.

Penelusuran dilanjutkan menggunakan Google Search dengan kata kunci ‘Nidom vaksin’. Penelusuran mengarah pada artikel berjudul “Ilmuwan Bicara Vaksin Corona: Virus Bisa Lebih Ganas” yang dimuat situs kompas.tv, pada 22 Oktober 20220.

Situs kompas.tv memuat video yang identik dengan video klaim, video tersebut membahas tentang efek ADE (Antibody-dependent-enchancement)pada vaksin, video tersebut tidak membahas 23 orang meninggal setelah divaksin corona.

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim klaim video korban bergelimpangan setelah disuntik vaksin Sinovac

Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

“JAKARTA, KOMPAS.TV – Ketua Tim Riset Corona dan Formulasi Vaksin dari Profesor Nidom Foundation (PNF) Chairul Anwar Nidom mengatakan 50% kegagalan dan keberhasilan pada sebuah uji klinis vaksin bisa terjadi ketika tidak ada referensi.

Covid-19 menjadi salah satu virus yang baru dan tak ada referensi sebelumnya. Bahkan percobaan pembuatan vaksin untuk virus SARS yang sudah 12 tahun silam pun belum berhasil.

“Saudara sepupunya Covid-19 ini yaitu SARS, belum berhasil dibuat vaksin. Padahal salah satu pembuat vaksin itu adalah salah satu produsen yang akan kita impor ini,” paparnya kepada KompasTV, Rabu (21/10/2020).

Pre-klinis vaksin Covid-19 yang disuntikkan kepada monyet tidak menunjukkan efek ADE (Antibody-dependent-enchancement) sebagaimana ketika vaksin virus SARS disuntikkan terhadap monyet.

Efek ADE, jelas Nidom, merupakan sebuah strategi dari virus untuk menghindari jebakan antibodi dari vaksin atau dari infeksi alam.

Padahal secara virologi, virus SARS dan Covid-19 memiliki kedekatan sekitar 80 persen.

“Itu pada waktu dilakukan uji pre klinis pada monyet, terjadi kerusakan yang parah pada paru-parunya. Itu diduga SARS mempunyai motif ADE,” jelasnya.

Bahayanya, apabila efek ADE terjadi kepada manusia, virus tersebut akan lebih ganas.

“Virus itu akan lebih ganas, karena dia masuk di dalam makrovag, bukan di dalam saluran pernapasan. Jadi kalau dia berkelit bisa masuk ke makrovag, maka dia infeksinya akan lebih parah tidak seperti yang infeksi saluran pernapasan,” lanjutnya.

Infeksi saluran pernapasan bisa terlontar melalui droplet, namun jika melalui makrovag maka bisa merusak sistem imun seseorang.

Kementerian Kesehatan memastikan proses imunisasi Covid-19 untuk tahap pertama akan dilakukan pada akhir November 2020.

Untuk membahasnya simak pembahasannya bersama Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Dany Amrul Ichdan, Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Unpad Kusnandi Rusmil, Ketua Tim Riset Corona dan Formulasi Vaksin dari Profesor Nidom Foundation (PNF) Chairul Anwar Nidom, serta anggota Komisi IX DPR Fraksi PKS, Netty Prasetiyani Heryawan.”

admin

admin

Related Posts

Korlantas Polri
Suara Warga

Kakorlantas Ungkap 4 Klaster Pengamanan Untuk Ciptakan Arus Libur Nataru 2025 Aman dan Lancar

2 Januari 2026
korlantas
Suara Warga

Keselamatan Jadi Prioritas, Kinerja Korlantas Polri 2025 Tuai Apresiasi

1 Januari 2026
One way arus balik
Suara Warga

Korlantas Polri Catat Berbagai Inovasi dan Peningkatan Pelayanan di Tahun 2025

1 Januari 2026
Next Post

VIDEO: Bagaimana Jaminan Keamanan dan Kebermanfaatan Vaksin Covid-19?

Rekomendasi Berubah, Warga KRB 3 Merapi di Klaten Tetap di Pengungsian

Rekomendasi Berubah, Warga KRB 3 Merapi di Klaten Tetap di Pengungsian

Penampakan Merapi Muntahkan Awan Panas Sejauh 1,8 Km Dini Hari Tadi

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Login
Notify of
guest

guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Recommended

Berikut peraturan mudik lokal di sejumlah daerah aglomerasi Jabodetabek

Berikut peraturan mudik lokal di sejumlah daerah aglomerasi Jabodetabek

5 tahun ago
Beragam Cara Polres Ciko Sukseskan PPKM Darurat

Beragam Cara Polres Ciko Sukseskan PPKM Darurat

4 tahun ago
Cuti Bersama 18 Agustus 2025

Cuti Bersama 18 Agustus 2025, Apa Saja yang Diperingati?

5 bulan ago
Hilang di Pantai Logending, Keberadaan Mahasiswi Cantik Masih Misterius

Hilang di Pantai Logending, Keberadaan Mahasiswi Cantik Masih Misterius

5 tahun ago

Categories

  • Bansos
  • Beranda
  • Berita Daerah
  • Berita Daerah
  • Culture
  • Hot News
  • Humas.polri.go.id
  • jaga negeri
  • Kamtibmas
  • Keluhan Warga
  • Narasi Ahli
  • Para Ahli
  • Pelayanan Publik
  • Sports
  • Suara Warga
  • Travel
  • Trending no.1 Media Sosial.

Topics

APIC Arus Mudik Bansos Berita Berita Jawa Tengah Berita Terkini Bisnis DIVHUMAS DKI Jakarta DPR Ekonomi Gaza Health Info Indonesia Internasional Irjen Agus Suryonugroho Islam Israel Jawa Barat Jawa Tengah - DIY Jokowi Kakorlantas Kakorlantas Polri Keluhan Warga Korlantas Korlantas Polri KPK Mal Pelayanan Publik Megapolitan MPP Nataru News Pelayanan Publik Pemerintah Peristiwa Polisi Polri Prabowo Subianto Presiden Prabowo Subianto SILANCAR SPMB Suara Warga Sumatera Timnas Indonesia TNI
No Result
View All Result

Highlights

Polri Perkuat Reformasi Internal, Praktik Pungli Jadi Perhatian Serius

Sepanjang 2025, Polda Metro Jaya Sita 3,291 Ton Narkoba Senilai Rp1,7 Triliun

Strategi Kakorlantas Polri Hadapi Puncak Arus Balik Tanggal 1 Dan 4 Januari

Keberhasilan Kakorlantas Polri Kelola Operasi Ketupat Dapat Apresiasi Presiden Dan DPR

Data Kakorlantas Polri Sebut 5512 Nyawa Terselamatkan Dari Kecelakaan Selama 2025

Langkah Humanis Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs Agus Suryonugroho Rangkul Komunitas Jalanan

Trending

Korlantas Polri
Suara Warga

Kakorlantas Ungkap 4 Klaster Pengamanan Untuk Ciptakan Arus Libur Nataru 2025 Aman dan Lancar

by doddodydod
2 Januari 2026
0

Jakarta - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri tengah menyiapkan strategi pengamanan terpadu menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat pada...

korlantas

Keselamatan Jadi Prioritas, Kinerja Korlantas Polri 2025 Tuai Apresiasi

1 Januari 2026
One way arus balik

Korlantas Polri Catat Berbagai Inovasi dan Peningkatan Pelayanan di Tahun 2025

1 Januari 2026
Sepanjang 2025, Polda Metro Jaya Sita 3,291 Ton Narkoba Senilai Rp1,7 Triliun

Polri Perkuat Reformasi Internal, Praktik Pungli Jadi Perhatian Serius

31 Desember 2025
Sepanjang 2025, Polda Metro Jaya Sita 3,291 Ton Narkoba Senilai Rp1,7 Triliun

Sepanjang 2025, Polda Metro Jaya Sita 3,291 Ton Narkoba Senilai Rp1,7 Triliun

31 Desember 2025
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

© Copyright Wargabicara Team All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Para Ahli
  • Berita Daerah
  • Pelayanan Publik
  • Keluhan Warga

© Copyright Wargabicara Team All Rights Reserved

wpDiscuz