JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan terus berlanjut selama bulan Ramadan. Kepala BGN Dadan Hindayana menyatakan bahwa skema pembagian makanan akan disesuaikan dengan kebutuhan umat muslim. Bagi anak sekolah, makanan akan diberikan dalam bentuk paket siap saji yang bisa dibawa pulang ke rumah.
Langkah ini diambil agar para siswa tetap bisa menikmati gizi yang cukup saat waktu berbuka tiba. Dadan menegaskan bahwa makanan tersebut harus memiliki daya simpan yang baik hingga 12 jam ke depan. Dengan demikian, kualitas makanan tetap terjaga dan layak konsumsi meskipun tidak langsung dimakan di sekolah.
Pilihan Menu Sehat dan Tanpa Produk Ultra Proses
Dadan juga memberikan instruksi khusus mengenai jenis menu selama bulan puasa. Ia melarang penggunaan produk pangan proses ultra seperti susu UHT dalam paket MBG. BGN ingin memastikan bahwa seluruh penerima manfaat mendapatkan asupan gizi yang alami dan sehat. Oleh karena itu, pemilihan bahan makanan menjadi sangat krusial dalam program ini.
Beberapa contoh menu yang disarankan antara lain telur rebus, telur asin, abon, dan kurma. Selain itu, buah-buahan serta makanan lokal dengan daya simpan lama juga menjadi prioritas utama. Paket makanan ini rencananya akan dibagikan pada siang hari atau saat jam pulang sekolah. Hal ini bertujuan agar makanan sampai di rumah tepat sebelum waktu berbuka puasa.
Skema Khusus Untuk Pondok Pesantren
Berbeda dengan sekolah umum, waktu penyajian makanan di pondok pesantren akan mengalami pergeseran. Bagi pesantren yang memiliki Satuan Pelayanan Makan Bergizi (SPPG), makanan akan disajikan menjelang waktu berbuka. Hal ini dilakukan agar para santri bisa menikmati hidangan yang masih segar dan hangat. Skema ini telah dirancang matang setelah berdiskusi dengan pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Hingga saat ini, jumlah penerima manfaat program MBG telah menembus angka 60 juta orang. Menko Pangan Zulkifli Hasan menyebutkan bahwa cakupan untuk anak sekolah umum sudah mencapai di atas 90 persen. Namun, cakupan untuk di pondok pesantren masih perlu terus ditingkatkan secara bertahap. Dengan koordinasi yang kuat, pemerintah optimis program MBG Ramadan 2026 akan berjalan sukses dan berkelanjutan.










