Kakorlantas Polri Pastikan Pengamanan Ramadan Lewat Polantas Menyapa dan Patroli Humanis

Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum

Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum

Jakarta — Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. memberikan arahan kepada seluruh Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda jajaran dalam rangka pengamanan dan pelayanan lalu lintas selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Dalam arahannya, Ia menegaskan bahwa bulan Ramadan membawa perubahan signifikan terhadap pola aktivitas masyarakat, yang berdampak langsung pada dinamika lalu lintas dan potensi kerawanan di jalan raya.

Kakorlantas menjelaskan bahwa terdapat beberapa potensi gangguan Kamseltibcar Lantas yang perlu diantisipasi selama Ramadan.

Pertama, lonjakan volume kendaraan yang biasanya terjadi menjelang waktu berbuka puasa, khususnya di titik-titik rawan seperti pasar takjil, pusat perbelanjaan, dan kawasan permukiman padat.

Kedua, meningkatnya potensi kecelakaan lalu lintas akibat kondisi fisik pengemudi yang lemah, mengantuk, atau tergesa-gesa ingin segera sampai ke rumah untuk berbuka puasa.

Ketiga, maraknya aktivitas balap liar dan konvoi sahur yang kerap terjadi menjelang waktu sahur, terutama pada akhir pekan atau hari libur.

Menurut Irjen Agus, situasi ini membutuhkan pendekatan yang tidak hanya bersifat represif, tetapi juga preventif dan humanis.

Polantas Harus Hadir Melayani

Dalam arahannya, Kakorlantas menginstruksikan kepada seluruh Dirlantas Polda untuk memerintahkan Kasat Lantas dan jajaran di wilayah masing-masing agar segera melakukan pemetaan terhadap potensi gangguan Kamseltibcar Lantas yang muncul selama bulan puasa.

Ia menekankan pentingnya gelar personel dan sarana prasarana secara optimal, termasuk pemasangan rambu rekayasa lalu lintas pada lokasi rawan, serta memastikan kehadiran Polantas pada jam-jam rawan kepadatan.

“Pastikan Polantas hadir untuk melayani masyarakat, terutama pada jam rawan kepadatan lalu lintas menjelang berbuka dan sahur,” tegas Kakorlantas.

Kehadiran tersebut, lanjutnya, bukan hanya dalam bentuk pengaturan lalu lintas, tetapi juga pelayanan yang mengedepankan pendekatan humanis.

Salah satu penekanan utama dalam arahan tersebut adalah optimalisasi program “Polantas Menyapa” selama bulan Ramadan.

Kakorlantas meminta agar kegiatan pembagian takjil untuk berbuka puasa maupun kegiatan “Sahur Off The Road” dilaksanakan secara terstruktur dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, personel Polantas tidak hanya membagikan makanan berbuka atau sahur, tetapi juga melakukan patroli serta pemantauan di lokasi-lokasi rawan balap liar dan konvoi sahur.

Pendekatan ini diharapkan mampu menghadirkan sosok Polantas sebagai pelindung, pelayan, dan penolong masyarakat.

Selain itu, Kakorlantas juga menginstruksikan agar masyarakat dan komunitas, termasuk pengemudi ojek online (ojol), dilibatkan dalam kegiatan Polantas Menyapa. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya membangun partisipasi publik dalam menjaga keselamatan lalu lintas selama Ramadan.

“Kita laksanakan kegiatan ini sebagai bentuk pengabdian kita kepada masyarakat, bangsa dan negara,” ujar Irjen Agus.

Contoh Kegiatan PEKA Ramadan Ditlantas Polda Kepri

Arahan tersebut telah ditindaklanjuti oleh jajaran di daerah. Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kepulauan Riau menggelar kegiatan Polantas Menyapa melalui program PEKA Ramadan (Polantas Kepri Peduli Kasih Ramadan) 1447 H dengan menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat di Kota Batam.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (20/2/2026) tersebut dipimpin langsung oleh Dirlantas Polda Kepri Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat bersama jajaran personel Ditlantas.

Dalam kegiatan tersebut, bantuan sembako disalurkan kepada Panti Asuhan Ahlul Bait di kawasan Batam Center. Selanjutnya, personel Ditlantas membagikan nasi kotak untuk berbuka puasa kepada masyarakat di Masjid Al-Muhajirin, Nongsa Asri.

“Melalui program PEKA Ramadan ini, kami ingin meningkatkan kepedulian sosial anggota sekaligus mempererat silaturahmi antara Polantas dan masyarakat,” ujar Taufiq dalam keterangannya.

Program ini menjadi contoh konkret bagaimana arahan Kakorlantas diterjemahkan menjadi aksi nyata di lapangan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Melalui arahan ini, Kakorlantas Polri menegaskan bahwa pengamanan Ramadan tidak hanya berfokus pada pengaturan arus lalu lintas, tetapi juga pada pembangunan hubungan sosial yang kuat antara Polantas dan masyarakat.

Pendekatan humanis melalui Polantas Menyapa, pembagian takjil, sahur bersama, serta patroli preventif diharapkan mampu menekan potensi gangguan lalu lintas sekaligus mencegah balap liar dan konvoi sahur yang membahayakan keselamatan.

Dengan kombinasi antara penguatan pengawasan dan pendekatan sosial, Korlantas Polri menunjukkan komitmennya untuk menjaga keselamatan dan ketertiban lalu lintas selama bulan suci Ramadan.

Arahan ini sekaligus mempertegas kepemimpinan Kakorlantas dalam memastikan bahwa setiap momentum sosial dan keagamaan menjadi ruang pengabdian Polantas kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Exit mobile version