Jakarta – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa Operasi Ketupat 2026 merupakan operasi kemanusiaan yang mencerminkan kehadiran negara dan Polri dalam melayani masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri.
Menurut Agus Suryonugroho, Operasi Ketupat tidak hanya berfokus pada pengamanan lalu lintas arus mudik dan balik, tetapi lebih luas sebagai bentuk kehadiran negara dan Polri untuk memastikan jalannya bulan suci Ramadan dan perayaan Idulfitri secara aman, tertib, serta kondusif dari segi kriminalitas dan kelancaran lalu lintas.
“Operasi Ketupat adalah operasi kemanusiaan. Ini bukan hanya soal lalu lintas atau mengamankan arus mudik dan balik, tapi negara dan Polri hadir untuk memastikan Ramadan dan Idulfitri berjalan dengan aman, tertib, serta kondisi aman dari kriminalitas dan kelancaran lalu lintas,” ujar Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, dalam keterangannya, Sabtu (28/1/2026).
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menetapkan tagline “Mudik Aman, Keluarga Bahagia” sebagai semangat utama seluruh jajaran Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat selama Operasi Ketupat berlangsung. Kakorlantas menjelaskan bahwa kehadiran Polri adalah untuk menjaga perjalanan pulang yang merupakan momen penting bagi keluarga.
“Mudik adalah cerita keluarga. Tugas kami adalah menjaganya. Mudik bukan hanya soal perjalanan, tapi soal pulang dengan selamat,” tambahnya.
Dalam rangka memberikan keamanan dan kenyamanan perjalanan, Irjen Pol Agus menekankan lima klaster utama yang menjadi perhatian pengamanan, yaitu jalan tol, jalan nasional atau kabupaten, pelabuhan penyebrangan, tempat-tempat ibadah, dan tempat wisata. Pengamanan juga meliputi bandara, terminal, serta stasiun sebagai bagian dari kelancaran pelaksanaan operasi.
“Kami identifikasi dan amankan keramaian di tempat wisata termasuk jalur menuju lokasi tersebut dan jalur alternatif, juga bandara, terminal, dan stasiun,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa Operasi Ketupat tidak hanya menjaga perjalanan mudik, tetapi juga memastikan masyarakat selamat saat berangkat, berkumpul dengan keluarga, dan kembali dengan bahagia.
“Bagi kami, Operasi Ketupat berarti selamat berangkat dan selamat kembali. Kami mohon semangat anggota di lapangan untuk menjaga setiap perjalanan masyarakat,” jelas Kakorlantas Polri.
Dalam upaya menyukseskan Operasi Ketupat, Kakorlantas menekankan pentingnya kolaborasi dan komunikasi dengan berbagai pihak terkait. Slogannya adalah “Together We Can” yang menggambarkan keberhasilan dan kekuatan bersama dalam menjalankan operasi ini.
“Kami hadir lebih awal dan pulang paling akhir. Bekerja sebelum terjadi kemacetan dan situasi tidak kondusif. Polri hadir menjaga dari sisi kriminalitas dan keselamatan berlalu lintas,” pungkas Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho.










