wargabicara.com
  • Beranda
  • Para Ahli
  • Berita Daerah
  • Pelayanan Publik
  • Keluhan Warga
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Para Ahli
  • Berita Daerah
  • Pelayanan Publik
  • Keluhan Warga
No Result
View All Result
wargabicara.com
No Result
View All Result
Home Suara Warga

100 Hari Masa Kerja Kapolri: Apa Prestasinya?

Admin Wargabicara by Admin Wargabicara
24 Mei 2021
in Suara Warga
0
100 Hari Masa Kerja Kapolri: Apa Prestasinya?
0
SHARES
12
VIEWS

Jakarta 12 Mei 2021. Tanggal 9 Mei 2021 yang lalu, genap sudah 100 hari Jenderal Listyo Sigit Prabowo menduduki jabatannya sebagai Kapolri, yang  rerhitung sejak ia dilantik secara resmi pada 27 Januari 2021. Saat menjalani fit and proper test calon Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah dengan berani melontarkan suatu jargon baru yang kemudian dikenal sebagai Presisi (prediktif, responsibilitas, transparansi dan berkeadilan) yakni suatu  kebijakan yang akan direalisasikannya bila terpilih menjadi Kapolri menggantikan Idham Azis.

Jenderal Listyo berjanji akan menerjemahkan presisi sebagai suatu langkah trobosan alternatif guna meningkatkan kinerja kepolisian RI setinggi-tingginya. Ia akan mematahkan mitos yang selama ini  berlaku bahwa hukum di Indonesia lebih tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Ia juga akan memastikan bahwa penindakan hukum akan memiliki spirit akan transparansi keadilan. Khusus dalam usaha meningkatkan pelayanan masyarakat, penggunaan teknologi akan dimaksimalkan dan dioptimalkannya lewat 3 agenda aplikasi yakni e –dumas (Elektronik Pengaduan Masyarakat) yang membuka pintu bagi masyarakat melaporkan penyalahgunaan-penyalahgunaan wewenang anggota Polri.

“Dumas Presisi” diciptakan untuk mewujudkan transparansi dan handling complain bagi masyarakat luas. Aplikasi ini membentuk sistem pengawasan oleh masyarakat dengan cepat, mudah, dan terukur. Kesemuanya dijalankan dengan semangat  Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi dan Berkeadilan). Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono menjelaskan, peluncuran aplikasi tersebut menjadi bagian dari program 100 hari kerja Kapolri, sebagai komitmen Polri dalam rangka menghadirkan pelayanan kepolisian yang semakin modern, prima, dan menjawab kebutuhan masyarakat sesuai perubahan dan perkembangan sosial dan budaya.

“Peluncuran aplikasi tersebut memberikan alternatif bagi masyarakat yang sudah semakin akrab dengan dunia digital dan sangat menekankan pada kecepatan dan kemudahan mendapatkan pelayanan,” jelas Argo (8/5/2021). Argo menjelaskan pula bahwa peluncurkan aplikasi tersebut merupakan bagian dari 16 program prioritas Kapolri tentang penataan kelembagaan. Perubahan sistem dan metode organisasi, menjadikan SDM Polri yang unggul di era police 4.0. Kemudian pemantapan kinerja pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat serta penguatan fungsi pengawasan. “Pada prinsipnya Polri akan lebih siap menerima kritik. Bagaimana Polri ke depan bisa menjadi Polri yang adil, Polri yang jujur, Polri yang siap untuk dikritik dan Polri yang transparan,” tutur Argo.

Apresiasi Prestasi 100 hari

Sejak program Jenderal Listyo diluncurkan, berbagai sokongan dan dukungan mengalir dari anggota DPR, tokoh masyarakat, pemuda, jurnalis dan sebagainya.  Upaya Listyo langsung membentuk Posko Polri Presisi yang dikomandoi Brigjen Slamet Uliandi di hari ke-33 misalnya, tampak mendapat banyak sambutan positif. Posko ini bertugas untuk menjamin program-program yang dicanangkan oleh Kapolri.

Posko ini juga bertanggung jawab untuk memastikan agar program 100 Hari Kerja selesai dengan tepat waktu.  Politikus Hinca Pandjaitan XIII menyatakan, “Saya pribadi telah menyaksikan langsung betapa canggihnya sistem yang dibangun oleh Posko Polri Presisi untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh,”

Ahmad Latupono, Ketua Umum PB HMI menyatakan, “Kami mendukung penuh beberapa program yang menjadi tugas utama kapolri Jenderal Listyo Sigit, terkhusus menyoal 16 rumusan prioritas yang menjadi tugas kapolri saat ini, dan kami sangat menantikan kinerja baik institusi Polri,”. Selain memberikan dukungan terhadap program unggulan Kapolri, Ahmad pun berharap polri dapat mengembalikan trend positif dan citra baiknya di tengah anggapan miring masyarakat saat ini terhadap aparat kepolisian. “Kami pun berharap institusi polri saat ini bisa kembali membawa trend positif, dan mengembalikan kepercayaan publik terhadap aparat kepolisian,” jelasnya. Menilai kinerja selama 100 hari yang terukur jelas dan akurat adalah sulit.

Hinca Pandjaitan XIII menyebutkan bahwa 100 hari itu merupakan waktu yang sempit untuk menilai secara utuh kinerja suatu kepemimpinan. Tetapi lebih dari cukup untuk melihat kapasitas seorang pemimpin dalam membawa perubahan. Menurutnya, Polri di bawah komando Listyo telah meletakkan pondasi awal dalam membangun institusi Polri yang modern. Semakin modern lembaga kepolisian, semakin sedikit pula kecenderungan bagi para personil polisi untuk melakukan penyelewengan. “Karena semakin modern lembaga polisi artinya semakin terbuka pula ruang publik untuk memberikan masukan. Saya berharap kecenderungan baik ini diteruskan agar citra Polri semakin baik dan kinerja penegakan hukum semakin efektif. Bravo Polri!” jelasnya.

Ketua Umum GMKI, Jefri Gultom juga  menilai bahwa tidaklah mungkin menilai itu dalam waktu 100 hari saja, karena masalahnya menyangkut luasnya cakupan wilayah geografis dan kompleksitas masalah  ang beragam, lebih-lebih dengan  adanya situasi pandemi Covid-19. Namun beberapa pihak tidak ragu-ragu memberi penilaiannya yang amat positif dalam waktu yang singkat tersebut. Direktur Al Mentra Institute, Karman BM menilai bahwa langkah-langkah taktis dan tidak sekadar berwacana benar-benar ditunjukan Kapolri Listyo dalam 100 hari kinerjanya. “Kita patut apresiasi pencapaian yang sudah terlihat dalam 100 hari kinerja Kapolri. Jenderal Listyo sudah menampilkan gebrakan-gebrakan yang luar biasa,” jelasnya (10/5/2021).

Optimalisasi penggunaan teknologi dalam pelayanan Polri melalui virtual police merupakan menurutnya sesuatu hal kreatif dan sangat inovatif. “Setidaknya virtual police telah memberikan peringatan atau teguran kepada 419 konten di media sosial yang dinilai melakukan pelanggaran UU ITE. Ini juga mereduksi kasus-kasus ITE dan memberikan edukasi ke publik,” jelasnya. Dengan optimalisasi, potensi dan penerapan teknologi baru bagi pelayanan masyarakat, aplikasi, ada usaha untuk peningkatan kinerja Polri agar lebih profesional. Adanya aplikasi memperpanjang SIM sangat membantu dan sangat adaptif terhadap situasi yang masih dalam suaasana pandemi Covid-19. Ketua Bidang Keorganisasian Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (DPP-PGK) Karman BM menyatakan bahwa pemanfaatan teknologi tidak hanya dilakukan dalam virtual police, namun juga dalam pelayanan masyarakat, seperti peluncuran sim online, tilang online, hingga pengaduan online.“Ini menunjukkan Polri yang transformatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” jelasnya.

Bagi tokoh pemuda Jefri Gultom Kinerja 100 hari Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo cukup baik. Menurutnya Listyo berhasil mendorong transformasi Polri menuju Presisi atau Prediktif, responsibilitas, transparan, dan berkeadilan. Sejumlah gebrakan Jenderal Listyo mengoptimalisasiman  pemanfaatan teknologi, dan upaya-upaya humanis telah mendorong restorative justice menjadi salah satu keberhasilannya. Dalam 100 hari kepemimpinannya, ia telah menunjukkan transformasi kepolisian yang lebih maju dan modern dengan memaksimalkan penggunaan teknologi.

Menurut anggota Komisi II DPR RI Eva Yuliana (9/5/21) upaya Kapolri Mengedepankan fungsi polsek sebagai pemelihara kamtibmas, adalah salah satu bukti prestasinya. Di bawah arahannya, polsek tidak lagi berperan sebagai polisi yang melakukan penindakan hukum namun ujung tombak dalam pelayanan dan pemberi rasa aman kepada masyarakat. Kepolisian sektor juga mendorong konsep dialog melalui pendekatan budaya bagi Polsek menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat, bersamaan dengan pembukaan taman baca untuk masyarakat di Polsek-Polsek terkait. Ketua Umum Pengurus Besar Inisiator Perjuangan Ide Rakyat (PB INSPIRA), Rizqi Fathul Hakim juga menilai prestasi hebat Jenderal Listyo secara khusus lewat prestasi kepolisian dalam menangani jaringan narkoba terbesar sepanjang sejarah Polri (11/5/2021).Rizqi kagum dengan kemampuan Polri menekan laju peredaran narkoba dengan keberhasilan pengungkapan penyelundupan 2,5 ton narkoba jenis sabu senilai 1,2 triliun pada 10 April dan 15 April 2021.

Bidang lain dari prestasi dilihat dari kerjasama yang membaik antara Polri dan TNI. Banyak pihak yang mengapresiasi langkah Kapolri yang dengan sikap responsive terhadap peristiwa bencana yang terjadi melalui peningkatan sinergisitas dan soliditas TNI-Polri, serta bekerja sama dengan kementerian/lembaga untuk mendukung dan mengawal program pemerintah. Membaca komentar-komentar Netizen di media massa, prestasi lain yang menonjol dan dibicarakan adalah pendekatan kapolri baru adalah di bidang penanganan teroris. “Paling keren … tampak cepat bergerak sehingga teroris dapat cepat tertangkap dan  perayaan Paskah umat Kristiani bisa berjalan aman.” Demikian tulis seorang pengguna twitter. Dalam masa pandemi Covid-19 ini, kata dia, sejumlah program Polri telah berhasil menekan dan mencegah penyebaran Covid-19, sekaligus menjaga perekonomian masyarakat tetap berjalan.

Kebijakan-kebijakan humanis Polri saat ini, menurutnya, menjadi salah satu point keberhasilan Kapolri Listyo, termasuk dalam upayana mengatur kebijakan mudik Lebaran tahun ini. “Di sini kita bisa melihat, ada ketegasan-ketegasan namun dengan pendekatan yang tetap humanis. Kita berharap Polri ke depan benar-benar berhasil menjadi Polri yang Presisi,” tuturnya. Salah satu indikator yang menunjukkan prestasi positif adalah kepuasan dari masyarakat yag diayomi oleh Kepolisian. Survey Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (LEMKAPI) membuktikan bahwa 84,2 persen masyarakat Indonesia dinilai merasa puas dengan program kerja 100 hari kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo. Angka ini tampak naik dibandingkan hasil survei tahun 2020 yang hanya menunjukan 82,9 persen ,” kata anggota Komisi III DPR RI Moh Rano Alfatch  (9/5/2021).

Harapan ke depan

Dapatlah disimpulkan tidak adanya penilaian yang seragam mengenai kinerja Kapolri selama100 hari masa kerjanya tersebut. Penilaian tergantung siapa yang menilai dan dalam konteks apa. Suatu evaluasi dan penilaian seksama sesungguhnya dapat dilakukan untuk menghasilkan penilaian yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan. Namun yang jelas, adanya kritik dan harapan besar dari masyarakat menunjukkan bahwa kehadiran Polri demikian penting di masyarakat untuk memberikan kepastian hukum bagi semua rakyat Indonesia. Sebagian orang menyatakan bahwa “secara umum prestasi sudah cukup baik, namun perlu lebih tegas lagi. Usahakan jangan terjebak pada isu-isu agama.”

Tokoh GMKI Jefri Gultom amat menaruh harapan kepada Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan keluarga besar Polri agar menjalankan tugas dan tanggung jawab sejarah dengan baik ke depannya. Menurutnya penanganan Covid-19 selama ini telah dijadikan dalih bagi penangkapan sewenang-wenang dan pembubaran aksi massa di beberapa wilayah, integrasi sistem pelayanan terpadu masih belum steril dari pungutan liar, terutama di tingkat menengah ke bawah. Dalam masalah terorisme dan tantangan disintegrasi nasional, pihaknya berharap agar  Polri melakukan pendekatan humanis dalam proses pencegahan tidak hanya mengandalkan penindakan. Deradikalisasi dan sosialisasi mengenai wawasan kebangsaan harus lebih mengedepankan pendekatan berbasis budaya lokal dengan mengajak masyarakat ikut terlibat dan berpartisipasi memperkuat pemahaman mengenai Pancasila. Isu-isu lain adalah dalam hal kerja sama dan kolaborasi intensif dengan organisasi, LSM, institusi agama, tokoh-tokoh bangsa, sikap independensi Polri dan kasus Ham termasuk di Papua  yang hangat baru-baru ini.

Prestasi konteks dunia?

Patutlah digarisbahawi lagi bahwa Kapolri Listyo Sigit Prabowo dalam 100 hari pertama masa jabatannya berkiprah dalam suasana pandemi Covid-19 yang menyulitkan itu.  Karenanya, tidaklah mengherankan ada banyak catatatan, apreasiasi dan komentar beragam, yang antara lain menunjukkan harapan di tengah-tengah sulitnya kehidupan karena pandemi Covid-19. Semua sendi-sendi kehidupan tidak berjalan normal sehingga yang sudah akut menjadi lebih kompleks lagi, termasuk soal meningkatnya persoalan sosial, gender, kemiskinan dan sebagainya di mana-mana termasuk di Indonesia. Seperti juga tugas-tugas penegakan hukum di tempat lainnya, begitu banyak tantangan dan halangan korps  kepolisian agar mampu melaksanakan tugasnya dengan baik, ideal dan tepat sasaran.  Suatu terobosan pendekatan dan kebijakan  menjadi tuntutan bagi para kepala kepolisian.

Institusi Polri di bawah Jenderal Listyo tampaknya tidak hanya melakukan inovasi atas kebijakannya tetapi juga  mengembangkan pola pendekatan dan komunikasi publik lewat penguatan literasi digital, serta sosialisasi kebijakan yang diharapkan tepat sasaran. Sulit mengukur keberhasilan dari kebijakan yang baru diaplikasikan  dalam waktu 3 bulan. Namnu sangat  diharapkan dengan makin diberlakukanya TLE  (Elektronik Traffic Law Enforcement) di beberapa provinsi, pungli di jalan pun bisa diminimalisir. Dengan makin diterapkannya tilang secara online yang lebih melus layanan bisa transparan dan akuntabel; dengan semakin mengedepankan restorative justice, pelanggaran-pelanggaran minor dan penerbitan pedoman mekanisme penanganan kasus berkaitan dengan UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) dapat makin terlaksana dengan prima.

Harus diakui bahwa unsur inovasi dan terobosan ide-ide harus dihargai sebagai awal dari prestasi yang baik. Meskipun sesungguhnya penggunaan teknologi dalam pelayanan pemolisian sudah menjadi sesuatu yang mengglobal. Namun demikian, gebrakan Kapolri untuk segera memulainya patut dicatat sebagai penting di sini. Dengan penerapan hukum yang jelas dan penerapan restorative justice telah menunjukkan upaya untuk penanganan dan penindakan hukum yang lebih  humanis dan terukur.

Di Australia, ukuran yang paling pas untuk melihat prestasi dari kepolisian dan kepemimpinan kepalanya tak lain adalah bagaimana mereka dapat secara tepat, tegas  dan terukur langkah-langkahnya mengatasi persoalan Covid-19 di atas semua persoalan-persoalan penegakan hukum dan ketertiban masyarakatnya pada umumnya. Bila persoalan covid dapat tertangani dengan baik, secara otomatis semua persoalan lain dapat dikelola dengan baik.  Keberhasilan Australia sebagai salah sebuah negara yang kemudian diakui tersuksses dalam mengatasi persoalan pandemi Covid-19 antara lain adalah dikontribusikan oleh sikap kepolisiannya yang tegas, konsisten, terukur selama ini dalam melakukan pendampingan terhadap negaranya.

Dalam konteks ini tampaknya prestasi Kapolri Listyo cukup cemerlang, terutama bagaimana mengoperasikan kepolisian dalam konteks Covid-19 yang membutuhkan kepemimpinan yang tegas, cepat tanggap dan profesional dan mengayomi. Dunia internasional juga selalu memonitor gerak gerik kaum penegak hukum di Indonesia utamanya persoalan-persoalan yang berkaitan dengan HAM. Tantangan utama Polri dan Kapolri sesudah 100 hari ke depan adalah bagaimana mulai memfokuskan dan menyeimbangkan penyelesaian antara persoalan-persoalan dalam negeri  yang lebih terkontrol dengan menjadi reputasi Indonesia di luar negeri utamanya yang menyangkut persoalan-persoalan KKB, terorisme dan HAM yang menjadi sorotan utama mereka. (ISK – dari beberapa sumber)

Admin Wargabicara

Admin Wargabicara

Related Posts

korlantas
Suara Warga

Keselamatan Jadi Prioritas, Kinerja Korlantas Polri 2025 Tuai Apresiasi

1 Januari 2026
One way arus balik
Suara Warga

Korlantas Polri Catat Berbagai Inovasi dan Peningkatan Pelayanan di Tahun 2025

1 Januari 2026
Sepanjang 2025, Polda Metro Jaya Sita 3,291 Ton Narkoba Senilai Rp1,7 Triliun
Suara Warga

Polri Perkuat Reformasi Internal, Praktik Pungli Jadi Perhatian Serius

31 Desember 2025
Next Post
180 Ribu Pemudik Ditest Swab Polisi, 525 Orang Reaktif Covid-19

180 Ribu Pemudik Ditest Swab Polisi, 525 Orang Reaktif Covid-19

Arus Balik Mudik Lebaran, Kegiatan Swab Test Antigen Covid-19 untuk Pemudik Diperpanjang Sepekan

Arus Balik Mudik Lebaran, Kegiatan Swab Test Antigen Covid-19 untuk Pemudik Diperpanjang Sepekan

ETLE, Inovasi Polri yang Terus Membuktikan Kesaktiannya

ETLE, Inovasi Polri yang Terus Membuktikan Kesaktiannya

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Login
Notify of
guest

guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Recommended

Ratusan Warga Tempeh Tengah Antusias Ikuti Vaksinasi di Gerai Vaksin TNI-Polri

Ratusan Warga Tempeh Tengah Antusias Ikuti Vaksinasi di Gerai Vaksin TNI-Polri

4 tahun ago
Napi Korupsi Lapas Sukamiskin Dapat Remisi di HUT ke-78 RI, Ada Setya Novanto dan Imam Nahrawi

Napi Korupsi Lapas Sukamiskin Dapat Remisi di HUT ke-78 RI, Ada Setya Novanto dan Imam Nahrawi

2 tahun ago
Komisi I: Pendidikan Militer Bagi Mahasiswa Harus Jelas Target dan Aplikasinya

Terungkap 1 Lagi Syarat Penting Untuk Penerima BLT Pekerja Swasta, Apa Itu?

5 tahun ago
Kisah Mbah Lasiyo, Pengusaha Pisang yang Sukses Karena Bisnis Pakai ‘TUYUL’

Kisah Mbah Lasiyo, Pengusaha Pisang yang Sukses Karena Bisnis Pakai ‘TUYUL’

5 tahun ago

Categories

  • Bansos
  • Beranda
  • Berita Daerah
  • Berita Daerah
  • Culture
  • Hot News
  • Humas.polri.go.id
  • jaga negeri
  • Kamtibmas
  • Keluhan Warga
  • Narasi Ahli
  • Para Ahli
  • Pelayanan Publik
  • Sports
  • Suara Warga
  • Travel
  • Trending no.1 Media Sosial.

Topics

APIC Arus Mudik Bansos Berita Berita Jawa Tengah Berita Terkini Bisnis DIVHUMAS DKI Jakarta DPR Ekonomi Gaza Health Info Indonesia Internasional Irjen Agus Suryonugroho Islam Israel Jawa Barat Jawa Tengah - DIY Jokowi Kakorlantas Kakorlantas Polri Keluhan Warga Korlantas Korlantas Polri KPK Mal Pelayanan Publik Megapolitan MPP Nataru News Pelayanan Publik Pemerintah Peristiwa Polisi Polri Prabowo Subianto Presiden Prabowo Subianto SILANCAR SPMB Suara Warga Sumatera Timnas Indonesia TNI
No Result
View All Result

Highlights

Sepanjang 2025, Polda Metro Jaya Sita 3,291 Ton Narkoba Senilai Rp1,7 Triliun

Strategi Kakorlantas Polri Hadapi Puncak Arus Balik Tanggal 1 Dan 4 Januari

Keberhasilan Kakorlantas Polri Kelola Operasi Ketupat Dapat Apresiasi Presiden Dan DPR

Data Kakorlantas Polri Sebut 5512 Nyawa Terselamatkan Dari Kecelakaan Selama 2025

Langkah Humanis Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs Agus Suryonugroho Rangkul Komunitas Jalanan

Pujian Cemara Institute Untuk Kakorlantas Polri Atas Transparansi Layanan Digital

Trending

korlantas
Suara Warga

Keselamatan Jadi Prioritas, Kinerja Korlantas Polri 2025 Tuai Apresiasi

by doddodydod
1 Januari 2026
0

Jakarta - Tahun 2025 menandai babak baru dalam perjalanan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri dengan fokus utama...

One way arus balik

Korlantas Polri Catat Berbagai Inovasi dan Peningkatan Pelayanan di Tahun 2025

1 Januari 2026
Sepanjang 2025, Polda Metro Jaya Sita 3,291 Ton Narkoba Senilai Rp1,7 Triliun

Polri Perkuat Reformasi Internal, Praktik Pungli Jadi Perhatian Serius

31 Desember 2025
Sepanjang 2025, Polda Metro Jaya Sita 3,291 Ton Narkoba Senilai Rp1,7 Triliun

Sepanjang 2025, Polda Metro Jaya Sita 3,291 Ton Narkoba Senilai Rp1,7 Triliun

31 Desember 2025
Strategi Kakorlantas Polri Hadapi Puncak Arus Balik Tanggal 1 Dan 4 Januari

Strategi Kakorlantas Polri Hadapi Puncak Arus Balik Tanggal 1 Dan 4 Januari

31 Desember 2025
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

© Copyright Wargabicara Team All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Para Ahli
  • Berita Daerah
  • Pelayanan Publik
  • Keluhan Warga

© Copyright Wargabicara Team All Rights Reserved

wpDiscuz